Market Update

IHSG Sesi I Berbalik Ditutup Merosot 0,57 Persen ke Level 8.568

Poin Penting

  • IHSG sesi I 19 Desember ditutup melemah 0,57 persen ke level 8.568,66 dan kembali berada di zona merah.
  • Seluruh sektor saham terkoreksi, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor siklikal dan transportasi.
  • Aktivitas transaksi mencapai Rp15,63 triliun, sementara bursa Asia secara umum bergerak menguat.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat (19/12) ditutup berbalik pada zona merah ke level 8.568,66 atau melemah 0,57 persen ke posisi 8.618,19.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 23,17 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,49 juta kali. Adapun total nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,63 triliun. 

Kemudian, tercatat sebanyak 470 saham terkoreksi, 194 saham menguat dan 136 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Posisi 8.666

Tidak hanya itu, seluruh sektor ditutup melemah, antara lain, sektor siklikal turun 2,69 persen, sektor transportasi merosot 2,36 persen, sektor infrastruktur melemah 1,44 persen, sektor industrial turun 0,73 persen, sektor properti merosot 0,68 persen, dan sektor non-siklikal melemah 0,64 persen.

Selanjutnya, sektor bahan baku turun 0,63 persen, sektor teknologi merosot 0,61 persen, sektor kesehatan melemah 0,55 persen, sektor energi turun 0,51 persen, dan sektor keuangan merosot 0,07 persen.

Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Merah, Turun 0,68 Persen ke Level 8.618

Sementara itu, indeks-indeks bursa Asia juga kompak menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 1,08 persen, Hang Seng Index menguat 0,67 persen, dan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,59 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

7 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

8 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

9 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

9 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

9 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

10 hours ago