Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (16/9) berbalik ditutup melemah ke level 7.915,26 dari posisi 7.937,11 atau turun 0,28 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 29,49 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,33 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,33 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 329 saham terkoreksi, sebanyak 315 saham menguat dan sebanyak 157 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: ADMF dan MFIN Buyback Saham yang Tolak Aksi Merger, Ini Rinciannya
Meski demikian, mayoritas sektor masih mampu mengalami penguatan, dengan sektor non-siklikal naik 1,62 persen, sektor industrial meningkat 1,50 persen, sektor transportasi menguat 0,92 persen, dan sektor kesehatan naik 0,37 persen.
Selanjutnya, sektor energi meningkat 0,36 persen, sektor siklikal menguat 0,12 persen, dan sektor teknologi naik 0,03 persen.
Baca juga: The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga, Apa Dampaknya ke Pasar Saham RI?
Sedangkan, sektor lainnya melemah. Ini terlihat dari sektor keuangan yang turun 0,83 persen, bahan baku (-0,43 persen), sektor infrastruktur (-0,34 persen), dan properti (-0,09 persen).
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, dengan Shanghai Composite Index Shanghai turun 0,13 persen dan Hang Seng Index merosot 0,01 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,52 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More