Market Update

IHSG Sesi I Berbalik Arah Melemah, Mayoritas Sektor Merah

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (6/1) berbalik ditutup merosot ke zona merah di level 7.112,33 atau melemah 0,73 persen dari dibuka pada level 7.164,42.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 14,48 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 672 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,25 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 350 saham terkoreksi, sebanyak 237 saham menguat dan sebanyak 201 saham tetap tidak berubah. 

Lalu, mayoritas sektor turut mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi merosot 1,22 persen, sektor keuangan melemah 1,20 persen, sektor properti turun 0,97 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,78 persen.

Baca juga: Bos BEI Pede IPO 2025 Bakal Ramai, Ini Pendorongnya
Baca juga: Bos Tugu Insurance Tatang Nurhidayat Tambah Kepemilikan Saham TUGU

Kemudian, sektor kesehatan turun 0,76 persen, sektor infrastruktur melemah 0,75 persen, sektor industrial merosot 0,73 persen, dan sektor non-siklikal turun 0,39 persen.

Sementara, sektor sisanya menguat. Ini terlihat dari sektor teknologi naik 1,78 persen, sektor energi menguat 0,77 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,06 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak melemah, dengan Shanghai Composite Index Shanghai melemah 0,32 persen Nikkei 225 Index Tokyo turun 1,68 persen, dqn Hang Seng Index Hong Kong merosot 0,51 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More

32 mins ago

Mengeliminasi Fragmentasi Global dan Menimbang Posisi Indonesia

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More

35 mins ago

HRTA Rilis Aplikasi HRTA Gold untuk Transaksi Emas dan Perhiasan, Ini Keunggulannya

Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More

1 hour ago

Fungsi Intermediasi Solid, BNI Raup Laba Rp20 Triliun di 2025

Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

4 hours ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

5 hours ago