Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan data perdagangan saham pada sepekan kemarin, 8-11 April 2025, berakhir ditutup dengan pergerakan variatif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami perubahan sebesar 3,82 persen dan ditutup di level 6.262,22 dari 6.510,62 pada pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primari Nurahmad menyebutkan, perubahan turut terjadi pada kapitalisasi pasar BEI sebesar 3,88 persen menjadi Rp10.695 triliun dari Rp11.126 triliun pada sepekan sebelumnya.
“Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan mengalami perubahan sebesar 20,38 persen menjadi Rp14,81 triliun dari Rp18,60 triliun pada pekan sebelumnya,” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, Minggu, 13 April 2025.
Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Parkir di Level 6.262
Sementara itu, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 16,16 persen, menjadi 1,18 juta kali transaksi dari 1,02 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Lalu peningkatan turut terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini, yaitu sebesar 0,71 persen menjadi 18,90 miliar lembar saham dari 18,77 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Ditutup Naik ke Posisi 6.267
Adapun investor asing Jumat lalu, 11 April 2025, mencatatkan nilai jual bersih Rp214,17 miliar dan sepanjang 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp35,86 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More
Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More