Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Labuan Bajo – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa, perdagangan saham pada pekan ini 28 Oktober hingga 1 November 2024 berakhir ditutup dengan pergerakan yang melemah.
Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan yang mengalami penurunan sebesar 2,46 persen menjadi berada pada level 7.505,25 dari posisi 7.694,66 pada pekan lalu.
Melihat pergerakan IHSG tersebut, Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan pergerakan saham tersebut dipengaruhi oleh sentimen global maupun domestik.
Baca juga: BEI Ungkap Ada 3 Perusahaan Jumbo akan IPO Akhir Tahun Ini
“Kalau kita lihat di global, panasnya kondisi timur tengah, kondisi Pemilu, yang di mana menurut ekspektasi sebagian analis itu Donald Trump akan memicu hal-hal itu terjadi, itu meningkat, itu tentu berdampak terhadap IHSG,” ucap Iman dalam Capital Market Journalist Workshop dikutip, 2 November 2024.
Sementara dari sentimen domestik, kata Iman, investor masih akan wait and see terhadap kabinet Pemerintah Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam pencapaian 100 hari pertama. Seperti rencana apa yang akan disusun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ke level 8 persen.
“Jadi perlu ada gebrakan-gebrakan dari kabinet yang baru. Selama ini kita tumbuh 5 persen, jadi ekspektasi investor meningkat, ketika pertumbuhan ekonomi ditargetkan 8 persen (GDP),” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Sepekan: Melemah 2,46 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.601 Triliun
Adapun, fundamental lain yang akan diperhatikan adalah kinerja keuangan perbankan yang terkait dengan adanya wacana penghapusan kredit macet 6 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi nelayan dan petani yang diperkirakan akan berdampak pada IHSG.
“Fundamental perusahaan-perusahaan, terutama dari kinerja perbankan, misalnya dengan adanya statement penghapusan kredit kepada nelayan dan UMKM, sebanyak 6 juta kredit, hal ini juga akan berdampak kepada indeks kita,” ujar Iman. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More