Market Update

IHSG Sepekan Ambles Hampir 7 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp15.046 Triliun

Poin Penting

  • IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 25–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, dipicu sentimen negatif pembekuan rebalancing saham Indonesia oleh MSCI
  • Kapitalisasi pasar BEI turun 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun, seiring melemahnya indeks dan tekanan jual investor asing
  • Volume transaksi harian turun 3,69 persen, namun nilai transaksi harian melonjak 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun, dengan frekuensi transaksi naik tipis 1,59 persen

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan data perdagangan saham pada pekan ini periode 25 hingga 30 Januari 2026 berakhir ditutup dengan pergerakan yang variatif.

Hal itu tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan 6,94 persen sehingga ditutup pada level 8.329,60, dari posisi 8.951,01 pada pekan lalu. 

Penurunan tersebut terjadi imbas sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk menerapkan pembekuan rebalancing untuk saham-saham Indonesia. 

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyebutkan bahwa, kapitalisasi pasar BEI juga turut anjlok hingga 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun dari Rp16.244 triliun pada sepekan sebelumnya. 

Baca juga: Simak Proyeksi Arah IHSG usai Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI

“Sedangkan data volume transaksi harian bursa pada pekan ini juga turun 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, 31 Januari 2026.

Meski begitu, pada pekan ini terjadi lonjakan pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 29,28 persen dari Rp33,85 triliun pada pekan lalu menjadi menjadi Rp43,76 triliun.

Baca juga: Trading Halt Dua Kali, Purbaya: Nggak Usah Takut, IHSG Bakal ke 10.000

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu. 

Adapun investor asing pada Jumat lalu (30/1) mencatatkan nilai jual bersih Rp1,53 triliun. Adapun sepanjang tahun 2026 berjalan nilai jual bersih tercatat sebesar Rp9,88 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More

33 mins ago

Budi Herawan Kembali Pimpin AAUI, Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More

1 hour ago

Jelang Long Weekend Paskah, IHSG Kembali Ditutup Merosot 2 Persen Lebih ke Posisi 7.026

Poin Penting IHSG turun 2,19% ke 7.026, dengan 530 saham melemah. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin… Read More

1 hour ago

BSI Pastikan Layanan Perbankan di Wilayah Terdampak Gempa Sulut-Malut Tetap Berjalan

Poin Penting Layanan BSI tetap berjalan normal di wilayah terdampak gempa, hanya satu cabang terkendala… Read More

1 hour ago

OJK Catat Aset Keuangan Syariah 2025 Tembus Rp3.100 Triliun, Naik 8,61 Persen

Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More

2 hours ago

KPP Supply Bank BPD Bali Tembus Rp44,40 Miliar di Awal 2026

Poin Penting Penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Bank BPD Bali tumbuh signifikan, dengan sisi supply… Read More

2 hours ago