Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (29/5) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka naik tipis ke level 7.255,85 atau menguat 0,03 persen dari level 7.253,62.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 240,95 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp504,81 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 71 saham terkoreksi, sebanyak 117 saham menguat dan sebanyak 197 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Kembali Menguat, Simak Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat bahwa pergerakan IHSG hari ini berpotensi untuk bergerak sideways.
“Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways menunggu data Core PCE US di Jumat nanti. Level support IHSG di 7.170-7.200, sedangkan level resistance berada di 7.300-7.320,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 29 Mei 2024.
Indeks utama Wall Street ditutup beragam pada perdagangan kemarin (28/5), dengan Indeks Dow Jones turun 0,55 persen ke level 38.852,86. Sedangkan S&P 500 naik 0,02 persen ke level 5.306,04 dan Nasdaq Composite naik 0,59 persen ke level 17.019,88.
Baca juga: Investor Wajib Tahu! Ini 7 Risiko Investasi Saham yang Harus Dipahami
Sedangkan, bursa Asia ditutup turun pada perdagangan kemarin, terlihat dari indeks Nikkei 225 turun 0,11 persen ke 38.855, Hang Seng melemah 0,03 persen ke 18.821, Shanghai Composite turun 0,46 persen ke 3.109, KOSPI turun tipis 0,01 persen ke 2.722, ASX 200 turun melemah 0,28 persen ke 7,766. Sementara, Straits Times naik 0,35 persen ke 3.330 dan JCI naik 1,08 persen ke 7.253.
Adapun, para investor tengah mencermati data inflasi dari Australia hingga Jepang, kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Selain itu, Jumat pekan ini, akan rilis data inflasi AS yang akan menjadi ukuran bagi The Fed untuk memutuskan arah kebijakan suku bunga ke depan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More