Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (13/1) berbalik dibuka menguat pada level 8.934,05 dari posisi 8.884,72 atau naik 0,56 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan saham hari ini sebanyak 770,19 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 81 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp435,27 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 330 saham menguat dan sebanyak 242 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?
Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak menguat pada rentang level 8.839-8.937.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.839 dan resistance pada level 8.937 dengan kecenderungan menguat,” kata analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 13 Januari 2026.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (12/1) IHSG ditutup melemah pada level 8.884,72 atau turun 0,58 persen. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur dan energi.
Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp205 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti BBRI, ANTM, TLKM, ADRO, dan IMPC.
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Ini Katalis Pemicunya
Pelemahan itu dipicu oleh sentimen negatif rencana Presiden Donald Trump untuk mengambil alih negara Iran, seperti Venezuela, serta mengancam Jerome Powell sebagai Chairman The Fed dengan dakwaan pidana.
Meski demikian, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif disebabkan oleh berita investigasi atas Ketua Federal Reserve, Jerome Powell diabaikan oleh pasar dan langkah tersebut dinilai dalih Trump untuk mendapatkan lebih banyak pengaruh untuk kembali menurunkan suku bunga. (*)
Editor: Galih Pratama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More