Market Update

IHSG Rawan Terkoreksi, Intip 4 Saham yang Tetap Berpotensi Cuan Hari Ini

Poin Penting

  • IHSG masih rawan koreksi, dengan potensi penguatan terbatas di kisaran 8.960–8.985 dan area koreksi yang perlu diwaspadai pada level 8.708–8.790.
  • IHSG ditutup melemah 0,46 persen pada perdagangan Jumat (23/1) ke level 8.951, didominasi tekanan jual, sekaligus mengonfirmasi area teknikal yang telah tercapai.
  • MNC Sekuritas merekomendasikan saham ANTM, GTSI, HRTA, dan TOBA dengan strategi buy on weakness atau spec buy, lengkap dengan target harga dan batas stoploss masing-masing.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (26/1) diperkirakan masih rawan terkoreksi.

“Meskipun menguat nampaknya akan cenderung terbatas menguji rentang 8.960-8.985, tetap cermati area koreksi yang berada di 8.708-8.790,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 26 Januari 2026.

Diketahui, IHSG pada perdagangan Jumat (23/1) ditutup melanjutkan koreksinya sebesar 0,46 persen ke 8.951. Pelemehan tersebut didominasi oleh tekanan jual, area penguatan dan koreksi yang disampaikan pun telah tercapai seluruhnya. 

Baca juga: Deretan Saham Pemberat IHSG Sepekan, Ada BBCA, AMMN, hingga GOTO

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

ANTM – Buy on Weakness

ANTM menguat 1,66 persen ke 4.290 namun masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].

  • Buy on Weakness: 4.200-4.280
  • Target Price: 4.440, 4.580
  • Stoploss: below 4.200

GTSI – Spec Buy

GTSI terkoreksi 8,87 persen ke 370 dan masih didominasi oleh tekanan jual, posisinya pun masih downtrend dan break MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi GTSI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].

  • Spec Buy: 318-338
  • Target Price: 394, 418
  • Stoploss: below 294

HRTA – Buy on Weakness

HRTA menguat 0,43 persen ke 2.330 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang cenderung menurun, koreksinya pun mampu tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi HRTA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii] dari wave 5.

  • Buy on Weakness: 2.130-2.300
  • Target Price: 2.490, 2.720
  • Stoploss: below 2.050
Baca juga: IHSG Diyakini Mampu Tembus 10.000, Cermati Deretan Saham Berikut

TOBA – Buy on Weakness

TOBA menguat 1,2 persen ke 840 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. MNC Sekuritas perkirakan, posisi TOBA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [a] dari wave B.

  • Buy on Weakness: 745-795
  • Target Price: 925, 1,040
  • Stoploss: below 710. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BPR NBP Group Gelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI, Hadiah 2 Mobil-99 Motor untuk Nasabah

Poin Penting BPR NBP Group menggelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI di Jonggol dengan hadiah 2… Read More

27 mins ago

Cara Bank Raya Dukung Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia

Poin Penting Bank Raya mendorong akselerasi ekonomi digital melalui pendampingan delapan klaster unggulan dan lebih… Read More

48 mins ago

Sambut Imlek 2577, Ini Bisnis Cuan di Tahun Kuda Api Versi Pakar Feng Shui

Poin Penting Tahun Kuda Api membawa energi besar yang membuka peluang cuan sekaligus meningkatkan risiko… Read More

1 hour ago

Jelang Perundingan Ekonomi RI-AS, Prabowo Bahas 2 Hal Krusial di Hambalang

Poin Penting Prabowo menekankan dua hal krusial dalam rapat, yakni manfaat maksimal bagi kepentingan nasional… Read More

1 hour ago

BSI Bidik 300 Ribu Nasabah Ultramikro usai Gandeng PNM

Poin Penting BSI gandeng PNM untuk memperkuat inklusi keuangan syariah dan membidik 300 ribu nasabah… Read More

2 hours ago

Daftar Tarif Listrik 16-22 Februari 2026 Jelang Ramadan, Cek Rinciannya per kWh

Poin Penting Tarif listrik periode 16–22 Februari 2026 tetap mengacu pada ketentuan Triwulan I Tahun… Read More

8 hours ago