Market Update

IHSG Rawan Terkoreksi di Awal Pekan, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Poin Penting

  • Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berisiko melemah untuk menguji area 8.464–8.560, dengan skenario terburuk koreksi lebih dalam hingga kisaran 8.000
  • IHSG ditutup menguat 0,46 persen ke level 8.660 pada perdagangan Jumat (12/12) dengan volume beli, namun belum menghilangkan potensi koreksi jangka pendek
  • MNC Sekuritas merekomendasikan ELSA (Spec Buy) serta CBDK, HRUM, dan RATU (Buy on Weakness) dengan target harga dan batas stoploss yang telah ditentukan.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (15/12) diperkirakan masih rawan untuk mengalami pelemahan.

“IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560 sekaligus menutup area gap tipisnya. Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 15 Desember 2025.

Diketahui, IHSG pada perdagangan Jumat lalu (12/12) ditutup menguat sebanyak 0,46 persen ke level 8.660 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. 

Baca juga: Saham Indeks INFOBANK15 Bergerak Variatif di Tengah Penguatan IHSG

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

ELSA – Spec Buy

ELSA menguat 0,81 persen ke 496 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan MA60. Selama masih mampu berada di atas 490 sebagai stoplossnya, maka posisi ELSA diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (iii) dari wave [c].

  • Spec Buy: 494-496
  • Target Price: 510, 520
  • Stoploss: below 490

CBDK – Buy on Weakness

CBDK menguat 2,65 persen ke 8.700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi CBDK saat ini sedang berada di awal wave 5 dari wave (C).

  • Buy on Weakness: 8.450-8.575
  • Target Price: 9.225, 9.525
  • Stoploss: below 8.300

HRUM – Buy on Weakness

HRUM menguat 2,03 persen ke 1.005 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun pergerakannya masih tertahan MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi HRUM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A.

  • Buy on Weakness: 900-945
  • Target Price: 1.080, 1.135
  • Stoploss: below 885
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BUMI, BRMS hingga DSSA

RATU – Buy on Weakness

RATU menguat 1,53 persen ke 11.625 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi RATU saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [v].

  • Buy on Weakness: 11.200-11.525
  • Target Price: 12.250, 12.675
  • Stoploss: below 10.975. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

1 hour ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

2 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

2 hours ago

Prabowo-Trump Sepakati Tarif Resiprokal 19 Persen, Begini Pandangan Ekonom

Poin Penting Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menyepakati tarif resiprokal 19… Read More

2 hours ago

ASLC Proyeksikan Permintaan Mobil Bekas Melonjak Jelang Lebaran 2026

Poin Penting PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) proyeksikan penjualan mobil bekas naik jelang mudik… Read More

2 hours ago

Kesepakatan Dagang RI–AS Tak Sepenuhnya Manis, Ini Catatan Ekonom

Poin Penting Tarif resiprokal RI–AS berisiko menahan ekonomi akibat lemahnya permintaan global, gangguan rantai pasok,… Read More

3 hours ago