Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (15/12) diperkirakan masih rawan untuk mengalami pelemahan.
“IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560 sekaligus menutup area gap tipisnya. Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 15 Desember 2025.
Diketahui, IHSG pada perdagangan Jumat lalu (12/12) ditutup menguat sebanyak 0,46 persen ke level 8.660 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Baca juga: Saham Indeks INFOBANK15 Bergerak Variatif di Tengah Penguatan IHSG
Pada perdagangan saham hari ini MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
ELSA menguat 0,81 persen ke 496 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan MA60. Selama masih mampu berada di atas 490 sebagai stoplossnya, maka posisi ELSA diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (iii) dari wave [c].
CBDK menguat 2,65 persen ke 8.700 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi CBDK saat ini sedang berada di awal wave 5 dari wave (C).
HRUM menguat 2,03 persen ke 1.005 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun pergerakannya masih tertahan MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi HRUM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A.
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BUMI, BRMS hingga DSSA
RATU menguat 1,53 persen ke 11.625 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi RATU saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [v].
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More