Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (25/10) terdapat kemungkinan akan bergerak terkoreksi terlebih dahulu untuk menguji level rentang 6.792-6.805
“Cermati, apabila break 6.711, maka IHSG akan mengarah ke 6.666-6.676 untuk menyelesaikan wave c dari wave (ii),” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 25 Oktober 2023.
Hal itu dipicu oleh IHSG yang mengalami penguatan ke level 6.807 pada perdagangan kemarin (24/10), di mana IHSG masih tertahan oleh MA200, dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Baca juga: Percepatan Belanja Pemerintah Hingga Anggaran Pemilu 2024 Bakal jadi Sentimen Positif IHSG
Adapun, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Pertamina Gheotermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).
AKRA – Buy on Weakness
AKRA menguat 0,7 persen ke 1.460 disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatan AKRA masih tertahan oleh MA20. Kami perkirakan, posisi AKRA saat ini sedang berada di awal wave iii dari wave (c), sehingga AKRA masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1.430-1.455
Target Price: 1.510-1.570
Stoploss: below 1.400
MDKA – Buy on Weakness
MDKA bergerak flat ke 2.380 disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi MDKA saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c), sehingga MDKA masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 2.140-2.300
Target Price: 2.690, 3.030
Stoploss: below 2.040
PGEO – Spec Buy
PGEO menguat 2,3 persen ke 1.355 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama PGEO masih mampu berada di atas 1.295 sebagai stoplossnya, maka posisi PGEO saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave A, sehingga PGEO berpeluang melanjutkan penguatannya.
Spec Buy: 1.310-1.340
Target Price: 1.480, 1.650
Stoploss: below 1.295
Baca juga: Simak! Ini Deretan Saham Asuransi Layak Dikoleksi dengan Valuasi Terdiskon
HRUM – Sell on Strength
HRUM menguat 0,9 persen ke 1.735 disertai dengan munculnya volume pembelian. Namun, selama HRUM belum mampu break dari area resistance di 1.785, maka posisi HRUM saat ini diperkirakan sedang berada pada awal dari wave [c] dari wave X. Hal tersebut berarti, pergerakan HRUM rawan kembali terkoreksi untuk menguji rentang area 1.500-1.570.
Sell on Strength: 1.745-1.765. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More