IHSG
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan dibayangi sentimen negatif dari pergerakan nilai rukar rupiah yang mengalami depresiasi terhadap dollar AS.
“Laju nilai tujkar rupiah terhadap dollar AS yang mulai berbalik melemah bisa menghalangi potensi kenaikan lanjutan dari IHSG,” kata analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa, 19 September 2017.
Reza mengatakan, tren penguatan IHSG masih harus di uji ketahanannya, meski ditopang oleh sentimen positif dari rilis data ekonomi dalam negeri yang tercatat stabil.
Ia mengimbau investor agar perlu mewaspadai sebagian pihak yang akan memanfaatkan kenaikan IHSG untuk aksi ambil untung.
Pada perdagangan kemarin sendiri IHSG ditutup menguat 0,21 persen di level 5.884. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua di level 5.862 dan 5.840, sedangkan resisten pertama dan kedua di level 5.895 dan 5.906.
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi koreksi pada pergerakan iHSG di perdagangan hari ini patut direspon para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham AALI, BMRI, GGRM, PTPP, SSMS dan WSKT. (*)
Editor: Paulus Yoga
Cermati Fintech Group menggelar program mudik gratis #MAUDIKBersama sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial… Read More
Dari 1.050 karya yang dikirimkan pada Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 terpilih 6 pemenang… Read More
Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More
Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More
Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More