Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 1,54 poin atau 0,03 persen ke level 5.910,11 pada perdagangan Senin, 25 September 2017. Sementara Indeks LQ45 turun 0,39 poin atau 0,04 persen ke level 982,96.
Indeks masih punya peluang naik, seiring cukup maraknya sentimen positif yang muncul di pasar, salah satunya putusan Bank Indonesia yang kembali menurunkan BI 7day (Reverse) Repo Rate menjadi 4,25 persen. Kebijakan itu bisa menjadi sentimen positif bagi laju IHSG untuk melanjutkan pola kenaikan di perdadangan hari ini.
“Rilis data perekonomian berupa BI 7day Repo Rate yang terlansir mengalami penurunan dapat menjadi pendorong kenaikan IHSG, serta mempercepat laju perekonomian di sektor riil,” kata analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Senin, 25 September 2017.
William mengatakan, sejauh ini pasar saham Indonesia masih menjadi tujuan yang menarik bagi investor dalam negeri maupun asing. “Sepanjang September, bahkan hingga memasuki awal pekan ini IHSG terihat kokoh bertahan,” ucapnya.
Menurut dia, kurun beberapa waktu terakhir laju IHSG mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih positif dibandingkan dengan pembukaan IHSG di awal 2017. Hal itu tidak terlepas dari peranan pemerintah dalam mengatur dan menghadapi berbagai gejolak perekonomian.
Lebih lanjut William mengungkapkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.813, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada pada posisi 5.945. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak positif,” katanya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More