Ilustrasi pegerakan harga saham: IHSG Ditutup melemah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 18,56 poin atau 0,33% ke level 5.703,86 pada perdagangan Selasa, 2 Mei 2017. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 4,66 poin atau 0,50% ke level 945,42.
Perkiraan bakal positifnya sejumlah data makroekonomi yang akan dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini mendorong penguatan laju IHSG, setelah di akhir pekan kemarin melemah dalam jangka pendek.
Menurut analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, perkiraan bahwa rilis data makroekonomi di awal Mei ini akan positif, diyakini akan mendorong penguatan IHSG di awal pekan perdagangan.
“Data perekonomian baru yang akan dirilis BPS disinyalir masih terkendali, tentunya juga akan turut menopang kenaikan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata William.
Dia mengatakan, tekanan pada laju IHSG di pekan yang pendek ini diperkirakan akan kembali berkurang, sehingga laju indeks diperkirakan akan tetap berada di atas level support 5.643.
William mengungkapkan, sejauh ini progres kenaikan IHSG ditopang oleh berlanjutnya capital inflow dalam jumlah yang besar, sehingga laju indeks di perdagangan hari ini berpotensi menembus target resisten psikologis di level 5.758.
Dengan demikian, jelas dia, peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG di perdagangan hari ini parut disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham ASRI, ICBP, PWON, PGAS, JSMR, UNVR, HMSP, INDF dan BBCA. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More