IHSG Pekan Ini Ditutup Melemah, Berikut 5 Saham Pendorongnya

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan 2 hingga 5 Juni 2025 mengalami pelemahan sebesar 0,87 persen yang berakhir ditutup pada level 7.113,42 dari 7.175,81 pada pekan lalu. 

Selain itu, kapitalisasi pasar BEI turut mengalami perubahan sebesar 1,12 persen menjadi Rp12.420 triliun dari Rp12.561 triliun pada sepekan sebelumnya.

Baca juga: IHSG Sepekan Turun 0,87 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp12.381 Triliun

Berdasarkan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong penurunan gerak IHSG di pekan ini, antara lain:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 53,51 poin ke IHSG, dengan pelemahan harga saham 7,87 persen
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang sebanyak 32,36 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 5,05 persen
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)  menyumbang penurunan 19,81 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 4,25 persen
  4. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang pelemahan sebanyak 10,68 poin ke IHSG, dengan turunnya harga saham 4,95 persen
  5. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memberikan 7,29 poin ke pelemahan IHSG dan harga sahamnya turun 3,57 persen.

Sedangkan, rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini mengalami perubahan sebesar 22,88 persen menjadi 24,29 miliar lembar saham dari 31,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Meski begitu, terjadi peningkatan tertinggi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 4,43 persen menjadi 1,37 juta kali transaksi dari 1,31 juta kali transaksi pada pekan lalu. 

Baca juga: Jelang Libur Idul Adha, IHSG Ditutup Menghijau ke Level 7.113

Kemudian peningkatan turut dialami pada rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan sebesar 2,18 persen menjadi Rp17,14 triliun dari Rp16,78 triliun pada pekan sebelumnya.

Adapun investor asing pada Kamis lalu (5/6) mencatatkan nilai jual bersih Rp720,62 miliar dan sepanjang tahun 2025 ini, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih Rp49,89 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Masih Tertekan, OJK Minta Investor Pasar Modal Tetap Tenang

Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More

29 mins ago

Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More

1 hour ago

DBS Indonesia Tambah Pendanaan Rp3 Triliun ke Kredivo, Ini Peruntukannya

Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More

2 hours ago

Strategi Adira Finance-Danamon Menuju IIMS 2026

Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More

3 hours ago

Prabowo: Dunia Nyata Dikuasai Kekuatan, Indonesia Harus Siap dan Mandiri

Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More

3 hours ago

Pasar Lakukan Detox, Waktunya Serok Saham Fundamental

Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More

3 hours ago