Market Update

IHSG Parkir di Zona Merah, Saham AUTO, INKP, dan GOLF Jadi Top Losers

Poin Penting

  • IHSG melemah 0,61 persen ke 8.657,17, dengan 432 saham turun dan nilai transaksi mencapai Rp26,17 triliun.
  • Seluruh indeks utama kompak terkoreksi, termasuk LQ45 (-0,82 persen), JII (-0,90 persen), IDX30 (-0,95 persen), dan Sri-Kehati (-1,01 persen).
  • Mayoritas sektor ditutup merah, dipimpin bahan baku (-1,62 persen), sementara hanya tiga sektor yang menguat: teknologi (+1,53 persen), infrastruktur (+1,38 persen), dan kesehatan (+0,84 persen).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Rabu, 9 Desember 2025 ditutup pada zona merah ke posisi 8.657,17 atau melemah 0,61 persen dari level 8.710,69. 

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 432 saham terkoreksi, 250 saham menguat, dan 119 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 54,21 miliar saham diperdagangkan dengan 3,11 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp26,17 triliun.

Tidak hanya itu, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah. Ini terlihat dari LQ45 turun 0,82 persen ke 848,06, JII (-0,90 persen) menjadi 578,02, IDX30 (-0,95 persen) menjadi 437,94, dan Sri-Kehati (-1,01 persen) menjadi 379,58.

Baca juga: Rahasia Cuan Investasi Saham ala Direktur Venteny

Lalu, mayoritas sektor turut ditutup merah. Antara lain sektor bahan baku merosot 1,62 persen, sektor properti (-0,98 persen), sektor energi (-0,57 persen), dan sektor siklikal (-0,55 persen).

Selanjutny, sektor non-siklikal (-0,38 persen), sektor keuangan (-0,37 persen), sektor transportasi (-0,34 persen), dan sektor industrial (-0,25 persen).

Sedangkan, sektor sisanya menguat, dengan sektor teknologi naik 1,53 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,38 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,84 persen.

Baca juga: Anak Usaha EMAS Raih Fasilitas Pinjaman USD350 Juta, untuk Apa?

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), dan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA).

Sedangkan saham top losers adalah PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Intra Golf Resorts Tbk (GOLF).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

7 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

9 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

10 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

10 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

10 hours ago

IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More

10 hours ago