Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (9/1) dibuka menghijau pada level 8.967,44 dari posisi 8.925,47 atau naik 0,47 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan saham hari ini sebanyak 984,40 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 90 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp553,32 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 96 saham terkoreksi, 341 saham menguat, dan 223 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan, Ini Katalis Pemicunya
Analis Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi bergerak melemah pada rentang level 8.859-8.994.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.859 dan resistance pada level 8.994 dengan kecenderungan melemah,” ucap analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 9 Januari 2026.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (8/1) ditutup melemah pada level 8.925,47 atau turun 0,22 persen. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor bahan baku dan teknologi.
Terkoreksinya perdagangan kemarin utamanya dipicu sentimen negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD di tengah naiknya cadangan devisa bulan Desember menjadi sebesar USD156,5 juta dibandingkan bulan sebelumnya USD150,1 juta.
Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp543,76 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti BBRI, RAJA, PTRO, ASII, dan BUMI.
Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?
Adapun dari pasar global, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat, dengan sentimen positif disebabkan oleh saham-saham sektor pertahanan yang menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan anggaran militer AS sebesar USD 1,5 triliun.
Namun, Indeks Nasdaq turun 0,44 persen ke 23.480,02 karena investor mulai lebih selektif terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More