Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB, Rabu, 16 Oktober 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,29 persen ke level 7.648,92 dari dibuka pada level 7.627,21.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 239,04 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 12 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp276,24 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 56 saham terkoreksi, sebanyak 122 saham menguat dan sebanyak 217 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, IHSG Berpotensi Melemah
Sebelumnya, analis MNC Sekuritas, melihat pergerakan IHSG secara teknikal hari ini masih akan mengalami penguatan yang relatif terbatas untuk menguji level 7.625-7.680, selanjutnya IHSG akan rawan terkoreksi kembali ke area 7.347.
“Target penguatan minimal IHSG yang kami berikan di 7.625 sudah tercapai dan selama IHSG masih mampu berada di atas area support 7.518, maka best case, posisi IHSG sedang berada di awal wave [iii] atau wave 5,” tulis Analis MNC Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2024.
Pada perdagangan kemarin, Selasa, 15 Oktober, IHSG kembali ditutup menguat 0,89 persen ke posisi 7.626 dan masih didominasi oleh volume pembelian.
Adapun MNC Sekuritas pada hari ini merekomendasikan empat saham, antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More
Poin Penting Baru beroperasi sejak Desember 2025, BSN langsung memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More