Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.01 WIB (20/9) indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil dibuka pada zona hijau ke level 7001,34 atau menguat 0,30 persen dari level 6980,32 pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 233 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 20 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp222 miliar.
Baca juga: Masih Dibayangi Sentimen The Fed, IHSG Berpotensi Terkoreksi Lagi
Kemudian, tercatat terdapat 88 saham terkoreksi, sebanyak 180 saham menguat dan sebanyak 239 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya MNC Sekuritas, melihat IHSG secara teknikal hari ini, selama belum mampu menembus area resistance di 7.020, maka posisi IHSG masih rawan terkoreksi untuk membentuk awalan wave c dari wave (ii).
“Adapun target koreksi wave c diperkirakan akan menuju ke 6.737-6.846,” tulis manajemen MNC Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 20 September 2023.
Baca juga: Kinerja Emiten dari 3 Sektor Ini Paling Moncer di Semester I 2023
Meski begitu, pada skenario terbaiknya, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji kembali 7.072, dimana IHSG akan mengalami ekstensi ke rentang area 7.025 hingga 7.037.
Sebagai informasi MNC Sekuritas juga telah merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini diantaranya adalah ADHI, ENRG, INKP, dan NSSS. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KBMI 1 mencakup 59 bank atau 56 persen bank umum nasional. Meski aset… Read More
Poin Penting BSI resmi berstatus Persero sejak 23 Januari 2026 dan menegaskan fokus penguatan bisnis… Read More
Poin Penting CFX pangkas biaya transaksi hingga 50% untuk meningkatkan daya saing kripto nasional. Biaya… Read More
Poin Penting OJK menegaskan pelaksanaan demutualisasi bursa efek baru dapat dilakukan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman, namun peresmiannya masih… Read More
Poin Penting Portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI pada 2025 mencapai Rp197 triliun atau 22 persen dari… Read More