Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka turun pada level 8.235,69 dari posisi 8.238,08 pada pembukaan perdagangan pagi ini, namun pada pukul 9.02 WIB (22/10) IHSG terpantau kembali naik pada posisi 8.246,82.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,42 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 135 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp2,00 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 186 saham terkoreksi, sebanyak 245 saham menguat dan sebanyak 196 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 8.228-8.365, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak variatif.
“Pada perdagangan kemarin, Selasa, (21/10) IHSG ditutup naik 1,84 persen atau menguat 149,1 poin ke level 8.238. IHSG hari ini (22/10) diprediksi bervariasi dalam range 8.000-8.200,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 22 Oktober 2025.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Salah satunya datang dari sentimen IHSG positif dua hari beruntun, lalu jika diakumulasi sejak awal tahun IHSG telah menguat 16,36 persen (21/10).
Sentimen berikutnya dari pergerakan saham Blue Chip menjadi penopang laju IHSG, dengan investor asing inflow di seluruh pasar ekuitas senilai Rp1,3 triliun.
Pelaku pasar akan mencermati rilis suku bunga Bank Indonesia hari ini yang berpotensi kembali dipangkas 25 bps menjadi 4,5 persen. Kebijakan tersebut untuk meningkatkan konsumsi domestik.
Sementara dari sisi fiskal, pemerintah mengalihkan hasil efisiensi anggaran untuk program prioritas di tahun 2025, seperti MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain itu, percepatan belanja negara juga peruntukan untuk mendorong konsumsi.
Baca juga: Harga Saham BBCA Lompat 5 Persen Usai Rilis Kinerja Keuangan Kuartal III 2025
Adapun dari mancanegara, Bursa Wall Street bervariasi cenderung tertekan. Sementara, pelaku pasar menantikan rilis data CPI di akhir pekan sebagai sinyal pemangkasan suku bunga The Fed.
Sedangkan dari Asia, bursa di Kawasan Asia Pasifik dibuka positif, dengan Indeks China (SSE) menguat 1,36 persen dan Hang Seng naik 0,65 persen (22/10). Namun, perdagangan intraday pagi ini, Bursa Asia Pasifik kembali dilanda aksi profit taking. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More