Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (22/1) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka flat cenderung melemah ke level 7.223,88.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 305 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 21 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp169 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 96 saham terkoreksi, sebanyak 164 saham menguat dan sebanyak 272 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat bahwa, IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak mixed dan menguat dalam rentang level 7.170 hingga 7.290.
“Pada perdagangan Jumat (19/1), IHSG ditutup turun 0,35 persen atau minus 25,56 poin di level 7.227. IHSG hari ini (22/1) diprediksi bergerak mixed dan menguat dalam range 7.170-7.290,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 22 Januari 2024.
Di mana, selama sepekan (15-19 Januari 2024) IHSG terkoreksi 0,19 persen, dengan investor asing dalam sepekan yang berakhir pada Jumat tercatat beli bersih senilai Rp243,89 miliar di seluruh pasar.
“Aksi tersebut melanjutkan inflow investor asing di pasar ekuitas domestik secara year to date (ytd) senilai Rp6,31 triliun,” imbuhnya.
Baca juga: OJK Terbitkan 2 Aturan Baru Pasar Modal, Berikut Detailnya
Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain adalah ekonomi digital terus mengalami akselerasi. Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi digital banking nasional pada 2023 tumbuh 13,48 persen yoy menjadi Rp58.478,24 triliun.
Lalu, pada periode yang sama, transaksi Uang Elektronik (UE) naik 43,45 persen yoy mencapai Rp835,84 triliun, serta transaksi QRIS melesat 130,01 persen yoy mencapai Rp229,96 triliun dengan 45,78 juta pengguna. (*)
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More