Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (9/5) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat pada level 6.850,88 atau naik 0,34 persen dari posisi 6.827,75.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 374,36 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 32 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp209,46 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 99 saham terkoreksi, sebanyak 205 saham menguat dan sebanyak 225 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Dipengaruhi Faktor Global dan Domestik
Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal berpotensi melanjutkan pelemahan dalam rentang 6.636 hingga 6.663.
“IHSG hari ini ada kemungkinan melanjutkan pelemahan. Dynamic support MA50 dan MA20 di range 6.636-6.663 diharapkan mampu menahan pergerakan IHSG, demi tercipta trend bullish yang solid,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 9 Mei 2025.
Hal itu disebabkan oleh IHSG perdagangan kemarin (8/5) ditutup melemah 98,47 poin atau turun 1,42 persen di level 6.827,75 ditekan oleh terkoreksinya saham BBRI, BMRI, dan BBCA.
Baca juga: BEI Bakal Bawa 2 Perusahaan Mercusuar IPO Tahun Ini, Berikut Bocorannya
Adapun, pergerakan IHSG hari ini bakal melemah. Ini seiring tensi dagang yang masih tinggi dan potensi profit taking setelah indeks rally signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Selanjutnya, outflow yang masih tercatat signifikan dalam beberapa hari terakhir, salah satunya tercermin dari net sell asing yang senilai Rp906,33 miliar pada perdagangan pasar reguler (8/5). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More