Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka menguat ke level 7.781,24 atau naik 0,58 persen dari posisi 7.736,06, pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (2/9).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 464,75 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 25 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp193,16 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 55 saham terkoreksi, sebanyak 315 saham menguat dan sebanyak 186 saham tetap tidak berubah.
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal pada hari ini diperkirakan bakal mengalami pergerakan yang fluktuatif di rentang level 7.550-7.780.
“Diperkirakan IHSG masih akan berfluktuasi pada kisaran 7.550-7.780. Perkembangan situasi keamanan dan politik domestik serta pergerakan rupiah diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan IHSG,” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 2 September 2025.
Baca juga: IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini
Ia mencermati, IHSG yang ditutup pada level 7.736,07 atau melemah 1,21 persen pada Senin (1/9), setelah sempat bergerak melemah hingga level 7,547, dipicu sentimen negatif terkait kekhawatiran akan kondisi keamanan dan politik dalam negeri.
Meskipun demikian, mulai terjadi bargain hunting pada saham-saham yang turun dalam. Kenaikan harga emas global juga mendorong pembelian pada saham-saham komoditas emas. Saham sektor teknologi mengalami koreksi terbesar.
Selain itu, data indikator ekonomi domestik yang masih solid, seperti indeks PMI manufacturing naik pada level 51,5 dari 49,2, menjadi level tertinggi sejak Maret 2025 dan memasuki area ekspansi untuk pertama kalinya setelah selama lima bulan berada di area kontraksi.
Neraca perdagangan bulan Juli masih membukukan surplus sebesar USD4,18 miliar dari USD4,11 miliar, dengan inflasi Agustus 2025 melambat menjadi 2,31 persen year on year (yoy) dari 2,37 persen yoy, seiring dengan adanya deflasi sebesar 0,08 persen mom. Sejumlah sentimen tersebut akan memengaruhi pergerakan pasar saham hari ini.
Baca juga: Redam Panic Selling, Analis Imbau BEI Lakukan Ini
Pada perdagangan saham hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang bisa dilirik para investor, di antaranya saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Ada juga saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More