Market Update

IHSG Ngegas Lagi, Dibuka Menguat ke Level 7.485

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 0,60 persen ke level 7.485,84 pada awal perdagangan (11/3), dengan nilai transaksi Rp385,19 miliar dan 293 saham menguat
  • Meski dibuka naik, IHSG diproyeksikan melemah tipis, dengan level resistance di 7.586 dan support di 7.348, dipengaruhi aksi net sell asing Rp1,9 triliun
  • Sentimen global masih beragam, seiring ketegangan geopolitik Timur Tengah dan pergerakan indeks saham AS yang ditutup variatif.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan melanjutkan penguatannya ke level 7.485,84 dari posisi 7.440,91 atau naik 0,60 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (11/3).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 542,58 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 42 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp385,19 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 93 saham terkoreksi, 293 saham menguat dan 218 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Ini Katalis Pemicunya

Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, melihat IHSG pada hari ini diperkirakan akan mengalami pelemahan seiring masih adanya ketegangan geopolitik.

“IHSG diproyeksikan melemah tipis pada hari ini dengan resistance 7.586 dan support 7348. Hal tersebut didukung oleh flow asing mencatatkan net sell Rp1,9 triliun pada perdagangan kemarin,” ucapnya dalam risetnya di Jakarta, 11 Maret 2026.

Diketahui, IHSG pada perdagangan Selasa (10/3) menguat 1,41 persen seiring dengan pernyatan Presiden Amerika Serikat (AS) bahwa perang Iran akan segera berakhir tetapi upaya dalam berakhirnya perang belum terlihat. 

Baca juga: Di Tengah Volatilitas Pasar, Bank Nobu Umumkan Buyback Saham Rp50 Miliar

Sementara indeks saham AS ditutup variatif dalam range penguatan dan pelemahan tipis, di tengah ketegangan di Timur Tengah, dengan S&P 500 turun 0,2 persen, Nasdaq naik 0,01 persen, serta Dow Jones menguat 0,07 persen.

Trading idea hari ini, antara lain:

  • DEWA (Trading Buy) Entry: 448-460 Target Price: 490 dan 510 Support: 5500. DEWA berpotensi menguji resisten tedekat setelah rebound di demand area kuatnya
  • BBYB (Trading Buy) Entry: 288-298 Target Price: 318 TP2 334 Support: 276, BBYB potensi rebound karena tertahan di demand area serta stochastic menyempit di area oversold. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More

3 hours ago

Bos Maybank Pilih Realistis, Target KBMI 4 Belum Jadi Prioritas

Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More

3 hours ago

Maybank Terapkan Strategi “Dua Kaki” Garap Pembiayaan Otomotif

Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More

3 hours ago

Komisi XII Dorong Mitigasi Berlapis Hadapi Ancaman Krisis Energi Global

Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More

3 hours ago

Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp565,69 Miliar di 2025, Terbang 2.745 Persen

Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More

4 hours ago

Inflasi Maret 2026 Diperkirakan Melandai di Level 0,62 Persen

Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More

4 hours ago