Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat (3/10), bertahan ditutup menguat ke level 8.092,09 dari posisi 8.071,08 atau naik 0,26 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,81 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,57 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,55 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 407 saham terkoreksi, sebanyak 244 saham menguat dan sebanyak 145 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat 0,43 Persen ke Posisi 8.105
Lebih lanjut, mayoritas sektor mengalami penguatan, dengan sektor industrial meningkat 2,54 persen, sektor teknologi naik 1,90 persen, sektor non-siklikal menguat 1,29 persen, dan sektor energi meningkat 1,11 persen.
Lalu sektor infrastruktur naik 0,90 persen, sektor bahan baku menguat 0,05 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,02 persen.
Sedangkan, sektor sisanya melemah, dengan sektor kesehatan turun 1,63 persen, sektor keuangan merosot 0,89 persen, sektor transportasi melemah 0,74 persen, dan sektor properti turun 0,17 persen.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah di Rentang 8.020-8.050
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Shanghai Composite Index Shanghai meningkat 0,52 persen dan Nikkei 225 Index Tokyo naik 1,55 persen. Sedangkan, Hang Seng Index turun 0,76 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More