Jakarta – Kinerja saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus meroket dan kembali ditutup pada level tertinggi dalam sejarah perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham bank yang di pimpin oleh Suprajarto tersebut hari ini, Selasa, 16 Juli 2019, ditutup pada level Rp4.550 naik Rp20 atau 0,44%. Padahal, di awal perdagangan, saham berkode BBRI sempat melemah hingga titik terendah Rp4.500. Disisi lain hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 16.35 poin atau 0,25% ke level 6.401,88.
Dengan kenaikan ini, berdasarkan pantauan infobank, saham BBRI tercatat rally dan tidak pernah turun sejak 5 Juli 2019.
Saham BBRI sendiri hari ini diperdagangkan sebanyak 5.237 kali transaksi dengan volume sebesar 844.774 senilai Rp383,57 miliar. Nilai kapitalisasi saham BRI sendiri tercatat sudah mencapai Rp561,22 triliun.
Saham BRI pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 November 2003. Pada saat penawaran saham perdana, saham BRI dilepas pada harga Rp875.
BRI berhasil membukukan laba bersih di kuartal I-2019 sebesar Rp8,2 triliun. Perolehan laba ini naik 10,42% dari periode yang sama di tahun 2018 lalu yang sebesar Rp4,2 triliun.
Kenaikan laba bersih perseroan ditopang juga oleh pendapatan non bunga atau fee based income yang tumbuh 16,49% menjadi R 3,14 triliun. Sementara total aset BRI tercatat Rp1.279 triliun naik 14,35% di kuartal I-2019. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More