Ilustrasi: Transaksi pasar modal/Erman Sukbekti
Jakarta – Pada perdagangan hari ini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) punya potensi menuju target resisten psikologis terdekat di level 6.100, setelah di akhir transaksi kemarin mampu berbalik ke teritori positif di level 6.032.
Menurut analis PT KGI Sekuritas Indonesian Yuganur Wijanarko, sejauh ini laju IHSG masih kerap diwarnai aksi jual, sehingga menekan harga ke bawah.
“Namun, kami melihat koreksi dan konsolidasi IHSG mulai mereda dan secara teknikal terbentuk rally untuk menuju level resisten psikologis di 6.100,” ujar Yuganur di Jakarta, Rabu, 13 Desember 2017.
Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. TLKM dengan target trading di kisaran Rp4.290-Rp4.400 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp4.160 dan Rp4.120, disarankan cut-loss pada posisi Rp4.070.
2. BBRI dengan target trading di kisaran Rp3.600-Rp3.800 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.410 dan Rp3.360, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.290.
3. INDY dengan target trading di kisaran Rp3.150-Rp3.350 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.830 dan Rp2.730, disarankan cut-loss pada posisi Rp2.590.
4. BMTR dengan target trading di kisaran Rp570-Rp610 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp545 dan Rp535, disarankan cut-loss pada posisi Rp525. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More