Market Update

IHSG Menguat 1,30 Persen dan Dekati Rekor Tertinggi, Transaksi Sentuh Rp21,07 Triliun

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu, 13 Agustus 2025, kembali ditutup di zona hijau ke posisi 7.892,91 atau menguat sebesar 1,30 persen dan sempat naik ke posisi tertinggi di 7.903,05.

Posisi penutupan IHSG saat ini telah mendekati level tertinggi pada 2024 lalu yang mencapai posisi 7.910,86.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 280 saham terkoreksi, 346 saham menguat, dan 173 tetap tidak berubah.

Sebanyak 36,83 miliar saham diperdagangkan dengan 2,19 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp21,07 triliun.

Baca juga: Asing Diam-diam Borong Saham BBRI, BMRI, dan BBCA Kala IHSG Menguat

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak menguat, dengan IDX30 naik 0,78 persen menjadi 429,13, LQ45 meningkat 0,80 persen menjadi 829,85, Sri-Kehati menguat 0,74 persen menjadi 374,53, dan JII naik 1,45 persen menjadi 538,90.

Tidak hanya itu, hampir seluruh sektor turut mengalami penguatan yang terlihat dari sektor teknologi naik 3,98 persen, sektor kesehatan meningkat 1,56 persen, sektor properti menguat 1,49 persen, sektor infrastruktur naik 1,46 persen, dan sektor siklikal meningkat 1,12 persen. 

Selain itu, sektor industrial menguat 0,79 persen, sektor energi naik 0,66 persen, sektor keuangan meningkat 0,20 persen, dan sektor bahan baku menguat 0,06 persen.

Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi turun 0,68 persen dan sektor non-siklikal merosot 0,12 persen.

Baca juga: Terus Ngegas, IHSG Sesi I Naik ke Posisi 7.891 Dipimpin Sektor Berikut

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sedangkan saham top losers adalah PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). 

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

3 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

4 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

5 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

9 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

17 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

18 hours ago