Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Jumat, 8 Agustus 2025, ditutup ke posisi 7.533,38 dari dibuka di level 7.490,18 atau menguat 0,58 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 398 saham terkoreksi, 227 saham menguat, dan 170 tetap tidak berubah.
Sebanyak 30,68 miliar saham diperdagangkan dengan 1,89 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp18,52 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Menguat ke 7.548, Sektor Energi dan Industrial Jadi Penopang
Meski demikian, seluruh indeks dalam negeri justru mengalami pelemahan, dengan IDX30 turun 0,31 persen menjadi 408,89, LQ45 merosot 0,34 persen menjadi 792,88, Sri-Kehati melemah 0,26 persen menjadi 357,40, dan JII turun 0,45 persen menjadi 527,37.
Di samping itu, mayoritas sektor mengalami penguatan. Sektor energi naik 2,27 persen, sektor industrial meningkat 2,20 persen, sektor infrastruktur menguat 0,98 persen, sektor keuangan naik 0,60 persen, sektor transportasi meningkat 0,55 persen, dan sektor properti menguat 0,14 persen.
Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan dengan sektor teknologi turun 2,64 persen, sektor siklikal dan sektor non-siklikal merosot 0,42 persen, serta sektor kesehatan melemah 0,30 persen, sektor bahan baku turun 0,15 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Sedangkan saham top losers adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), adalah PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Baca juga: IHSG Ditutup Merah ke 7.503, Saham Ini Masuk Daftar Top Gainers dan Losers
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More