Market Update

IHSG Masih Tertekan, OJK Minta Investor Pasar Modal Tetap Tenang

Poin Penting

  • OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik, sehingga investor diminta tidak panik
  • IHSG turun 4,88 persen ke level 7.922,73 akibat aksi rebalancing investor pada saham-saham yang sebelumnya sudah menyentuh harga tertinggi dan mengalami koreksi
  • Tercatat net foreign buy Rp654,9 miliar setelah empat hari net sell, seiring penguatan saham berfundamental kuat seperti BBCA dan BBRI.

Jakarta – Pejabat Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengimbau kepada seluruh investor pasar modal di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah kondisi saat ini.

Kiki sapaan akrabnya menjelaskan bahwa, secara investasi jangka panjang pasar modal Indonesia dinilai masih memiliki fundamental dan prospek ekonomi yang sangat baik.

“Jadi tolong jangan panik ya, tetap tenang dan kita semua di sini OJK, SRO (Self-Regulatory Organization), we are doing our job ya,” ucap Kiki kepada media di Gedung BEI Jakarta, 2 Februari 2026.

Baca juga: Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini (2/2) tercatat masih mengalami pelemahan 4,88 persen ke posisi 7.922,73 dari posisi 8.329,60.

Menurutnya, penurunan itu dipicu oleh investor yang melakukan rebalancing portofolio mereka. Ini ditandai dengan saham-saham yang sebelumnya telah mencapai harga tertinggi dan hari ini mengalami koreksi.

Meski demikian, Kiki menyampaikan bahwa investor asing telah kembali masuk ke Indonesia. Hal ini tercermin dari net foreign buy tercatat senilai Rp654,9 miliar setelah empat hari beruntun arus dana asing keluar dari pasar saham Indonesia.

“Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign,” imbuhnya.

Baca juga: BEI Bekukan 38 Saham yang Tak Penuhi Aturan Free Float, Ini Daftarnya!

Hal positif juga terlihat dari saham-saham dengan kinerja fundamental baik yang ditutup menguat. Contohnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 2,70 persen ke Rp7.600 dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 0,52 persen ke Rp3.830.

“Itu kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus itu naik ya, cukup tapi naik gitu ya. Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus memalami kenaikan hari ini,” ujar Kiki. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Cermati Fintech Group Adakan Mudik Bersama

Cermati Fintech Group menggelar program mudik gratis #MAUDIKBersama sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial… Read More

11 hours ago

Pemenang Anugerah Jurnalistik & Foto BTN 2026

Dari 1.050 karya yang dikirimkan pada Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 terpilih 6 pemenang… Read More

11 hours ago

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

13 hours ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

13 hours ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

13 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Anindya Bakrie Ingatkan Risiko ke Ekonomi RI

Poin Penting Anindya Novyan Bakrie mengajak semua pihak mendoakan perdamaian konflik Timur Tengah agar penderitaan… Read More

17 hours ago