Market Update

IHSG Masih Rawan Koreksi, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting

  • IHSG berpeluang terkoreksi ke 8.464–8.560, dengan risiko penurunan hingga area 8.000.
  • IHSG ditutup menguat 0,42 persen ke level 8.645 dan bertahan di atas MA20.
  • MNC Sekuritas merekomendasikan CPIN, HMSP, MAPI, dan NCKL dengan strategi buy on weakness.

Jakarta – MNC Sekuritas menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada perdagangan Selasa, 23 Desember 2025, masih rawan mengalami koreksi.

“IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560 sekaligus menutup area gap tipisnya. Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an.,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025.

Baca juga: IHSG Kembali Ditutup Menguat ke Level 8.645, Saham BUMI-MREI Kuasai Top Gainers

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 22 Desember 2025, IHSG ditutup menguat 0,42 persen ke level 8.645. Penguatan tersebut disertai dengan munculnya volume pembelian dan pergerakan indeks mampu bertahan di atas MA20.

Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas

Seiring dengan kondisi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari Ini, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

CPIN – Buy on Weakness

CPIN terkoreksi 1,94 persen ke 4.550 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Diperkirakan, posisi CPIN sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) dari wave [b].

Buy on Weakness: 4.320-4.450

Target Price: 4.720, 4.850

Stoploss: below 4.260

HMSP – Buy on Weakness

HMSP menguat 2,08 persen 735 disertai dengan munculnya volume pembelian. Diperkirakan, posisi HMSP saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [ii].

Buy on Weakness: 675-720

Target Price: 775, 805

Stoploss: below 665

MAPI – Buy on Weakness

MAPI menguat 2,12 persen ke 1.205 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. Diperkirakan, posisi MAPI saat ini sedang berada pada awal dari wave [iii] dari wave C.

Buy on Weakness: 1.175-1.205

Target Price: 1.280, 1.320

Stoploss: below 1.145

NCKL – Buy on Weakness

NCKL menguat 1,43 persen ke 1.065 namun disertai dengan tekanan jual. Diperkirakan, posisi NCKL sedang berada bagian dari wave [a] dari wave B.

Buy on Weakness: 1.035-1.055

Target Price: 1.115, 1.170

Stoploss: below 1.020. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

11 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

11 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

14 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

17 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

22 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

23 hours ago