Pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Senin (30/3), ditutup di level 7.070,40 atau masih mengalami pelemahan 0,38 persen dari pembukaan di 7.097,05.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 14,41 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan 1,02 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,72 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 423 saham terkoreksi, 245 saham menguat dan 146 saham tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Merosot 1,42 Persen, Turun ke Level 6.996
Lalu, mayoritas sektor juga terpantau mengalami pelemahan, dengan sektor keuangan merosot 1,75 persen, sektor properti melemah 0,96 persen, sektor bahan baku dan sektor non-siklikal turun 0,50 persen.
Sementara itu, sektor kesehatan merosot 0,34 persen, sektor infrastruktur melemah 0,28 persen, sektor transportasi turun 0,06 persen dan sektor siklikal merosot 0,04 persen.
Sedangkan, sektor sisanya terpantau masih mampu menguat, dengan sektor teknologi naik 1,12 persen, sektor energi meningkat 1,01 persen, dan sektor industrial menguat 0,51 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya
Adapun indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 3,24 persen dan Hang Seng Index merosot 0,96 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,06 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More