Market Update

IHSG Masih Mampu Dibuka Naik 0,28 Persen ke Level 8.146

Poin Penting

  • IHSG dibuka naik 0,28 persen ke level 8.146,21 dengan total transaksi mencapai Rp450,89 miliar.
  • Sentimen positif datang dari penguatan Wall Street, naiknya harga komoditas, dan aksi beli investor asing.
  • Saham rekomendasi CGS hari ini termasuk HRTA, PSAB, ARCI, ANTM, SMGR, dan BBYB.

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 30 September 2025, pukul 09:00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat ke level 8.146,21, naik 0,28 persen dari posisi sebelumnya di 8.123,24.

Berdasarkan data RTI Business, tercatat sebanyak 917,19 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi transaksi mencapai 52 ribu kali dan total nilai transaksi sebesar Rp450,89 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 276 saham yang menguat, 76 saham terkoreksi, dan 241 saham tidak mengalami perubahan harga.

Baca juga: IHSG 29 September 2025 Ditutup Naik 0,30 Persen ke Level 8.123, Ini Saham Paling Aktif

Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan melanjutkan penguatan.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 8.060-8.090 dan resistance 8.160-8.190,” ujar Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 30 September 2025.

Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, dengan kembali menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga komoditas mineral seperti emas, nikel, timah dan tembaga diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG. 

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Sementara itu berlanjutnya aksi beli investor asing berpeluang menjadi tamabahan sentimen positif di pasar. 

Adapun, CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Madu dan Racun Sentralisasi Devisa Hasil Ekspor

Oleh Paul Sutaryono PEMERINTAH meluncurkan aturan baru tentang devisa hasil ekspor (DHE) valas dari sumber… Read More

11 mins ago

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

9 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

11 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

11 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

11 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

11 hours ago