Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (16/3) pukul 09.00 WIB, kembali dibuka turun ke level 7.098,47 dari posisi 7.137,21 atau melemah 0,54 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 638,90 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 53 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp309,10 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 260 saham terkoreksi, sebanyak 161 saham menguat dan sebanyak 238 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada pekan ini secara teknikal diperkirakan akan menguji level psikologisnya pada posisi 7.000.
“Menjelang libur panjang, investor akan cenderung bersikap wait and see. Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000,” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/3) ke posisi 7.137,21 atau turun 3,05 persen dari level 7.362,11.
Dari sisi domestik, pelaku pasar menantikan langkah pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga minyak mentah.
Presiden Prabowo menyatakan lebih cenderung melakukan penghematan dan efisiensi anggaran dibandingkan memperlebar defisit APBN. Pemerintah dinilai masih memiliki ruang efisiensi karena adanya potensi kebocoran dan inefisiensi anggaran.
Di sisi lain, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 17 Maret 2026 diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75 persen.
Baca juga: Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini
Sementara dari global, perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar energi masih menjadi perhatian investor serta berpotensi memengaruhi pergerakan bursa global.
The Fed juga diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen pada pertemuan 18 Maret 2026.
Investor global akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dari bank sentral Amerika Serikat tersebut, termasuk pandangannya terhadap risiko inflasi di tengah konflik AS-Iran serta implikasinya terhadap kebijakan moneter ke depan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More