Market Update

IHSG Masih Diproyeksi Melemah, Hal Ini Jadi Pemicunya

Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal akan bergerak melemah terbatas dalam rentang 7.100 hingga 7.200 pada hari ini (17/4). 

“Pada perdagangan Selasa (16 April 2024), IHSG ditutup turun 1,68 persen atau minus 122,07 poin di level 7.164,80. IHSG hari ini diprediksi melemah terbatas dalam range 7.100-7.200,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam IHSG Daily Analysis di Jakarta, 17 April 2024.

Baca juga: IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, BEI Ungkap Biang Keroknya

Ratih melihat sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, pelemahan signifikan yang sejalan dengan penurunan saham perbankan Big Caps akibat aksi profit taking investor asing yang secara keseluruhan tercatat investor asing outflow senilai Rp2,47 triliun pada Selasa.

“Sementara, depresiasi nilai tukar rupiah juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar. Kurs rupiah Jisdor tembus level Rp16.176 per dolar AS (16/4). Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2024 tetap di level optimis di level 123,8, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 123,1,” imbuhnya.

Baca juga: BEI Tetapkan Syarat Pemecahan dan Penggabungan Saham

Adapun dari mancanegara, penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) pada Maret 2024 tumbuh 4 persen yoy yang lebih tinggi dibandingkan bulan Februari 2024 yang direvisi tumbuh 2,1 persen yoy, di mana hal itu menunjukan kondisi ekonomi AS masih solid, meski memberikan keraguan atas pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. 

Sedangkan dari Asia, pertumbuhan ekonomi China pada Kuartal-I 2024 tercatat 5,3 persen yoy, diatas ekspektasi pasar sebesar 5 persen yoy, sekaligus lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 5,2 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More

1 hour ago

Strategi Investasi AXA Mandiri Hadapi Volatilitas Pasar

Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More

2 hours ago

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

11 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

11 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

14 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

14 hours ago