Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibayangi fluktuasinya harga komoditas global, setelah kemarin laju indeks berbalik arah ke zona merah.
Menurut analis PT Indosurya Mandiri sekuritas, william Suryawijaya, sejauh ini pergerakan IHSG masih betah berada di fase konsolidasi, seiring dengan penantian terhadap capital inflow yang akan memasuki bursa saham domestik.
“Fluktuasi harga komoditas masih akan memberikan pengaruh terhadap pola pergerakan IHSG, demikian juga dengan apresiasi rupiah terhadap dollar AS,” kata William di Jakarta, Kamis, 14 September 2017.
Dia mengatakan, potensi pergerakan IHSG masih cukup kuat untuk mempertahankan level support, bahkan tetap berpeluang menggapai target resisten dalam beberapa waktu mendatang.
Saat ini sendiri lanjutnya, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.802, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada pada posisi 5.911.
Dengan demikian, kata dia, adanya peluang pembalikan arah menguat pada pergerakan IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham PGAS, WIKA, AALI, ASII, LSIP, BBNI, MYOR, SMCB dan PTPP. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More
Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More