Market Update

IHSG Masih Berpeluang Melemah, ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG Direkomendasikan

Poin Penting

  • IHSG berpotensi lanjut koreksi pada perdagangan 10 Maret 2026 dengan level yang perlu dicermati di area 7.140, sementara area penguatan berada di 7.391–7.421.
  • Pada perdagangan 9 Maret 2026, IHSG melemah 3,27% ke level 7.337 dengan peningkatan volume penjualan.
  • MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG dengan strategi buy on weakness.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (10/3).

MNC Sekuritas menilai secara teknikal pergerakan IHSG masih memiliki peluang melemah hingga ke area 7.140.

“Perlu dicermati area 7.140 sebagai area koreksi berikutnya, adapun area penguatan IHSG berada pada rentang 7.391-7.421,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Pada perdagangan Senin (9/3), IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337. Penurunan ini disertai peningkatan volume penjualan.

Baca juga: Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup pada Level 7.337

MNC Sekuritas menilai koreksi IHSG tersebut sudah mencapai area koreksi minimal yang sebelumnya diproyeksikan pada level 7.391.

Selain itu, MNC Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Baca juga: IHSG Tertekan Tensi Geopolitik, Sektor Saham Ini Masih Layak Dicermati

ADRO – Buy on Weakness

ADRO terkoreksi 2,08 persen ke 2.350 dan disertai dengan adanya volume pembelian, namun koreksinya masih mampu berada di atas MA20. Kami memperkirakan, posisi ADRO saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [iii].

Buy on Weakness: 2.220-2.280

Target Price: 2.420, 2.540

Stoploss: below 2.170

BBRI – Buy on Weakness

BBRI terkoreksi 2,72 persen ke 3.570 dan disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan, koreksi dari BBRI pun menimbulkan gap. Kami memperkirakan, posisi BBRI sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii].

Buy on Weakness: 3.540-3.570

Target Price: 3.640, 3.760

Stoploss: below 3.500

BKSL – Buy on Weakness

BKSL terkoreksi 9,40 persen ke 106 dan disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan. Kami memperkirakan, posisi BKSL saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3 dari wave (C).

Buy on Weakness: 104-106

Target Price: 113, 125

Stoploss: below 102

ENRG – Buy on Weakness

ENRG terkoreksi 9,04 persen ke 1.660 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Kami perkirakan, posisi ENRG saat ini sedang berada pada akhir dari wave (A).

Buy on Weakness: 1.545-1.630

Target Price: 1.750, 1.975

Stoploss: below 1.510. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

6 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

11 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

11 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

11 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

12 hours ago