Ilustrasi: Harga saham BREN terus menanjak hingga 704 persen/istimewa
Jakarta – Pergerakan IHSG hari ini diprediksi mampu melanjutkan penguatan, setelah pelaku pasar pada perdagangan kemarin kembali meningkatkan aksi belinya.
Seperti diketahui kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terjadi di tengah pelemahan sejumlah bursa saham global setelah merespon pernyataan Presiden Trump yang merasa tidak puas dengan kesepakatan negosiasi perdagangan antara AS dan Tiongkok.
“Adanya aksi beli tersebut mampu mempertahankan laju IHSG untuk tetap berada di zona hijau. Tertahannya pelemahan Rupiah cukup membantu kembalinya aksi beli. Asing mencatatkan net buy Rp558,78 miliar dari sebelumnya net sell Rp353,95 miliar,” kata Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Kamis, 24 Mei 2018.
Baca juga: Rupiah Kembali Dekati Rp14.200 per Dolar AS
Reza mengatakan, kenaikan IHSG kemarin sebesar 40,88 poin atau 0,71 persen lebih besar dibandingkan kenaikan sebelumnya yang menguat 17,27 poin atau 0,30 persen. Selain itu pergerakan IHSG berhasil melampaui target resisten 5767-5775.
Ia pun memperkirakan IHSG hari ini akan berada di kisaran support 5767-5778 dan resisten 5818-5827.
“Kembali menguatnya IHSG cukup didukung oleh meningkatnya volume beli yang diharapkan dapat berlanjut untuk mempertahankan posisi kenaikan IHSG. Namun demikian, masih terdepresiasinya laju Rupiah dan pelemahan pada sejumlah indeks saham global dapat menahan peluang kenaikan lanjutan. Untuk itu, tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” terang dia. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More