Market Update

IHSG Lanjutkan Penguatan, Dibuka Naik 0,29 Persen ke Posisi 8.207

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 0,29 persen ke level 8.207,98, melanjutkan tren positif dua hari beruntun, ditopang oleh saham-saham blue chip dan inflow asing senilai Rp784,7 miliar.
  • Sebanyak 289 saham menguat, 117 saham terkoreksi, dan 212 stagnan, dengan total transaksi mencapai Rp428,36 miliar di awal perdagangan.
  • Sentimen global menekan pasar, usai Wall Street kompak melemah akibat sinyal The Fed yang menahan pemangkasan suku bunga.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka dengan melanjutkan penguatan pada level 8.207,98 dari posisi 8.184,06 atau naik 0,29 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (31/10).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 511,59 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 46 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp428,36 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 117 saham terkoreksi, 289 saham menguat, dan 212 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Sideways, Simak Katalisnya

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah pada rentang 8.000-8.200.

“Pada perdagangan kemarin, Kamis, (30/10) IHSG ditutup naik 0,22 persen atau menguat 17,84 poin ke level 8.184. IHSG hari ini (31/10) diprediksi melemah dalam kisaran 8.000-8.200,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 31 Oktober 2025.

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, salah satunya IHSG positif dalam dua hari beruntun diikuti inflow investor asing di pasar ekuitas domestik senilai Rp784,7 miliar.

Pergerakan IHSG tersebut masih ditopang oleh saham Blue Chip, Indeks LQ45 dan IDX masing-masing naik 0,03 persen dan 0,12 persen. 

Sementara, rupiah JISDOR masih tertekan ke level Rp16.640 per US Dollar (30/10). Di sisi lain, Rating and Investment Information, Inc. (R&I) pada 24 Oktober 2025 mempertahankan Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia pada peringkat BBB+ dengan outlook stabil. 

Sentimen Global

Adapun dari mancanegara, Wall Street kompak koreksi dipengaruhi oleh saham teknologi. Indeks Nasdaq turun 1,57 persen dan S&P 500 melemah 0,99 persen (30/10). Pelaku pasar merespons negatif sinyal Jerome Powell yang memperkecil peluang pemotongan suku bunga Desember 2025. 

Baca juga: Saham Masih Undervalue, BRI Buka Opsi Buyback Lagi Senilai Rp2,5 Triliun

Sementara, pekan ini Trump melakukan kunjungan ke Asia, yaitu Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Pertemuan Trump dengan Presiden Xi berlangsung di Korea Selatan. 

AS setuju menurunkan tarif dari 57 persen ke 47 persen, serta China akan membeli kembali kedelai dari AS dan merelaksasi ekspor rare earths. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

53 mins ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

13 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

20 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago