Market Update

IHSG Lanjut Turun 5 Persen Didominasi Faktor Eksternal

Poin Penting

  • IHSG anjlok hingga 5% ke level 7.542,61 pada sesi II (4/3), dengan 744 saham ditutup di zona merah.
  • Faktor eksternal mendominasi tekanan, terutama eskalasi konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, serta pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar.
  • Investor asing mencatat net foreign sell Rp1,17 triliun, mayoritas dari sektor energi dan perbankan, sehingga outflow YTD 2026 mencapai Rp20,33 triliun.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I , Rabu (4/3), ditutup merosot ke level 7.596,57 atau melemah 4,32 persen dari posisi pembukaan 7.939,76.

Tekanan berlanjut pada sesi II hingga pukul 14.45 WIB. IHSG tercatat turun 5,00 persen ke posisi 7.542,61, dengan 744 saham berada di zona merah.

Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, mengatakan, pelemahan IHSG masih didominasi faktor eksternal, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak. Kondisi ini dikhawatirkan menekan inflasi dan beban subsidi energi RI.

“Ditambah penguatan dolar AS ikut menekan rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar, sehingga menambah tekanan di pasar saham domestik,” kata Elandry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca juga: IHSG Sesi I Ambles 4,32 Persen ke Posisi 7.596

Secara teknikal, tekanan meningkat setelah IHSG menembus area support penting yang memicu aksi jual lanjutan. Kombinasi faktor global, pelemahan nilai tukar, dan sentimen teknikal menjadi penyebab utama koreksi hari ini.

Senada, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menyebut faktor global sebagai pemicu utama pelemahan IHSG, khususnya meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko di emerging market.

Baca juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Menurutnya, koreksi IHSG juga dipengaruhi pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap arus modal keluar dan stabilitas makro.

“Ketika rupiah melemah, biasanya investor asing cenderung melakukan rebalancing dan menjual saham-saham big caps yang paling likuid,” ujar Reydi dalam kesempatan terpisah. 

Asing Catat Net Sell Rp1,17 Triliun

Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, investor asing kembali mencatat net foreign sell sebesar Rp1,17 triliun.

Baca juga: Asing Net Sell Rp20,33 Triliun, Saham ANTM, BBRI hingga AADI Paling Banyak Dilego

Outflow tersebut mayoritas berasal dari sektor energi dan diikuti saham sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi besar. Aliran dana keluar itu mendorong total outflow secara year-to-date (ytd) mencapai Rp20,33 triliun sejak awal 2026. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

10 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

16 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

16 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

2 days ago