Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I , Rabu (4/3), ditutup merosot ke level 7.596,57 atau melemah 4,32 persen dari posisi pembukaan 7.939,76.
Tekanan berlanjut pada sesi II hingga pukul 14.45 WIB. IHSG tercatat turun 5,00 persen ke posisi 7.542,61, dengan 744 saham berada di zona merah.
Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, mengatakan, pelemahan IHSG masih didominasi faktor eksternal, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak. Kondisi ini dikhawatirkan menekan inflasi dan beban subsidi energi RI.
“Ditambah penguatan dolar AS ikut menekan rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar, sehingga menambah tekanan di pasar saham domestik,” kata Elandry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: IHSG Sesi I Ambles 4,32 Persen ke Posisi 7.596
Secara teknikal, tekanan meningkat setelah IHSG menembus area support penting yang memicu aksi jual lanjutan. Kombinasi faktor global, pelemahan nilai tukar, dan sentimen teknikal menjadi penyebab utama koreksi hari ini.
Senada, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menyebut faktor global sebagai pemicu utama pelemahan IHSG, khususnya meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko di emerging market.
Baca juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis
Menurutnya, koreksi IHSG juga dipengaruhi pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap arus modal keluar dan stabilitas makro.
“Ketika rupiah melemah, biasanya investor asing cenderung melakukan rebalancing dan menjual saham-saham big caps yang paling likuid,” ujar Reydi dalam kesempatan terpisah.
Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, investor asing kembali mencatat net foreign sell sebesar Rp1,17 triliun.
Baca juga: Asing Net Sell Rp20,33 Triliun, Saham ANTM, BBRI hingga AADI Paling Banyak Dilego
Outflow tersebut mayoritas berasal dari sektor energi dan diikuti saham sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi besar. Aliran dana keluar itu mendorong total outflow secara year-to-date (ytd) mencapai Rp20,33 triliun sejak awal 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggeledah kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan… Read More
Poin Penting OJK mencatat 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, melibatkan 22.593… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 4,57% ke level 7.577,06, mencatat koreksi tiga hari beruntun dan… Read More
Poin Penting: Iran mengancam menyerang setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz dan mengeklaim telah menutup… Read More
Poin Penting: Koreksi IHSG dipicu eskalasi perang Iran versus AS-Israel yang memicu kekhawatiran krisis energi… Read More
Poin Penting Prabowo menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan dampak perang Iran dan eskalasi… Read More