Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (18/11) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu menguat 0,6 persen dari level 8.416,88 ke level 8.421,72.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 923,41 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 70 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp445,42 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 134 saham terkoreksi, sebanyak 226 saham menguat dan sebanyak 267 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat pada Rentang 8.450-8.480
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.305-8.360 dan resistance 8.475-8.530,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 18 November 2025.
Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, dengan melemahnya indeks di bursa Wall Street dan terkoreksinya sebagaian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, adanya aksi beli investor asing di saham perbankan besar pasca PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melirilis kinerja bulanan yang sesuai dengan eskspektasi diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Baca juga: Begini Proyeksi Arah Saham BRRC Usai Umumkan Aksi Korporasi
Pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Selanjutnya, ada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Indosat Tbk (ISAT). (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More