Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 2 Juili 2025, ditutup melanjutkan pelemahannya ke level 6.852,71 setelah dibuka di level 6.915,36 atau turun 0,91 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 14,78 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 634 ribu kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,88 triliun.
Kemudian, tercatat sebanyak 378 saham terkoreksi, sementara 192 saham menguat dan 206 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan.
Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 0,27 Persen ke Posisi 6.896
Selanjutnya, mayoritas sektor juga mengalami pelemahan, dengan sektor bahan baku turun 1,86 persen, sektor teknologi merosot 1,77 persen, sektor energi melemah 1,29 persen, dan sektor properti turun 0,80 persen.
Selain itu, sektor keuangan merosot 0,50 persen, sektor non-siklikal melemah 0,47 persen, dan sektor infrastruktur turun 0,16 persen.
Sementara, sektor sisanya mengalami penguatan, dengan sektor transportasi naik 0,40 persen, sektor siklikal meningkat 0,24 persen, sektor kesehatan menguat 0,11 persen, dan sektor industrial naik 0,06 persen.
Baca juga: IHSG Awal Juli 2025 Ditutup Turun 0,18 Persen, BTPN hingga TBIG Jadi Top Losers
Adapun, indeks-indeks bursa Asia juga mayoritas melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,45 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai merosot 0,14 persen. Sedangkan, Hang Seng Index naik 0,48 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More