Market Update

IHSG Lanjut Melemah 0,28 Persen, Sentuh Level 7.694

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Jumat, 25 Oktober 2024, berakhir ditutup turun ke level 7.694,66 atau melemah 0,28 persen dari dibuka pada level 7.716,54.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 358 saham terkoreksi, 223 saham menguat, dan 208 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 22,85 miliar saham diperdagangkan dengan 1,17 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp9,65 triliun. 

Kemudian, indeks-indeks dalam negeri juga bergerak melemah, dengan IDX30 turun 0,36 persen menjadi 487,06 dan LQ45 melemah 0,41 persen menjadi 943,25, Sri-Kehati merosot 0,01 persen menjadi 425,60, dan JII turun 0,81 persen menjadi 529,59.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,14 Persen, Seluruh Sektor Melemah

Sementara itu, mayoritas sektor pun bergerak turun, antara lain, sektor teknologi melemah 1,62 persen, sektor bahan baku turun 1,02 persen, sektor infrastruktur merosot 0,82 persen, sektor non-siklikal melemah 0,78 persen.

Di samping itu, sektor energi turun 0,76 persen, sektor siklikal melemah 0,64 persen, sektor kesehatan turun 0,57 persen, sektor transportasi melemah 0,42 persen, sektor properti merosot 0,25 persen, dan sektor industrial melemah 0,17 persen.

Sementara hanya sektor keuangan yang mengalami penguatan sebanyak 0,06 persen. 

Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Berbalik Dibuka Naik ke Level 7.731

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Shield On Service Tbk (SOSS), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Pulau Subur Tbk (PTPS). Sedangkan saham top losers adalah PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI), PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP).

Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Demutualisasi BEI Masih Tunggu PP, OJK Siapkan Aturan Turunan

Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More

1 hour ago

Kadin Bidik Peningkatan Investasi Lewat Integrasi Asia Pasifik di ABAC Meeting I 2026

Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More

1 hour ago

Perluas Akses Investasi Nasabah, Maybank AM Luncurkan Tiga Reksa Dana Anyar

Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More

3 hours ago

BTN Bukukan Laba Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 16,4 Persen

Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More

3 hours ago

Deretan Emiten Big Caps dengan Free Float di Bawah 15 Persen, Ada Siapa Saja?

Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More

6 hours ago

Thomas Resmi Jadi DG BI, Wamenkeu Suahasil dan Juda Harap Kolaborasi Makin Erat

Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More

6 hours ago