Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 23 Desember 2025, ditutup kembali melanjutkan koreksinya pada level 8.584,78 atau merosot 0,71 persen dari posisi 8.645,84.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 373 saham terkoreksi, 275 saham menguat, dan 157 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 41,56 miliar saham diperdagangkan dengan 2,76 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp24,48 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Ditutup Turun 0,37 Persen ke Level 8.614
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah, terlihat dari LQ45 yang turun 1,25 persen ke 848,96, JII merosot 1,59 persen menjadi 581,59, Sri-Kehati melemah 0,88 persen menjadi 380,81, dan IDX30 turun 0,78 persen menjadi 436,67.
Kemudian, mayoritas sektor juga ditutup merah, terlihat dari sektor properti merosot 1,24 persen, sektor energi dan sektor keuangan turun 0,81 persen, sektor kesehatan melemah 0,66 persen, sektor transportasi, dan sektor non-siklikal merosot 0,45 persen.
Tidak hanya itu, sektor bahan baku juga mengalami pelemahan sebanyak 0,37 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka Flat di Zona Hijau ke Level 8.647
Sedangkan, sektor sisanya menguat, dengan sektor industrial naik 2,58 persen, sektor siklikal meningkat 2,26 persen, sektor teknologi menguat 0,43 persen, dan sektor infrastruktur naik 0,09 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).
Sedangkan saham top losers adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), dan PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sentul City Tbk (BKSL). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More