Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 46.23 poin atau 1,03% ke level 4,419.15 pada perdagangan Kamis, 2 April 2020.
Pelemahan ini seiring aksi jual yang dilakukan investor, menyusul melemahnya bursa AS.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, pasar AS melemah seiring masih tingginya kekhawatiran investor terhadap efek pandemi covid-19. Pelemahan diekspektasikan akan sangat mempengaruhi earnings 1Q20 emiten dan berlanjut hingga 2Q20.
Pasar Eropa sediri juga turut ditutup melemah. Hingga saat ini, 3 negara di Eropa berada pada posisi teratas total pasien yang terkonfirmasi positif yaitu Italy (urutan ke-2); Spanyol (urutan ke-3) dan Jerman (urutan ke-5).
DJIA berada pada level 20,934 (-4.44%); S&P500 2,470 (-4.41%) dan Nasdaq 7,360 (-4.41%). Indeks EIDO juga melemah -7.47%.
Rilis data kemarin mencatatkan Inflasi Indonesia per Mar-20 naik +2.96% yoy/+0.1% mom atau turun dibandingkan periode sebelumnya (Feb-20 +2.98% yoy/+0.28% mom).
Sementara dari sisi global, China Caixin PMI per Mar-20 naik menjadi 50.1 dari Feb-20 40.3 sebagai efek dari kembali dibukanya pembatasan aktivitas serta kegiatan ekspor impor.
“Kami melihat hari ini IHSG masih kembali akan melemah seiring minimnya sentimen. Selain itu, masih belum terlihat konfirmasi perihal rekomendasi Kemenhub untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah Jabodetabek,” jelas tim riset Samuel Sekuritas Indonesia. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More