Market Update

IHSG Kembali Menguat, Dibuka Naik 0,36 Persen ke Level 8.321

Poin Penting

  • IHSG dibuka naik 0,36 persen ke 8.321,02, setelah penutupan kemarin naik 1,96 persen dipimpin sektor energi dan konsumer siklikal
  • Sebanyak 871,38 juta saham diperdagangkan senilai Rp439,43 miliar, dengan 384 saham menguat, 64 terkoreksi, dan 209 stagnan
  • Penguatan didorong harga komoditas dunia naik dan rupiah menguat, meski asing melakukan net sell Rp366,64 miliar; bursa AS melemah akibat data ketenagakerjaan AS.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (12/2) pukul 09.00 WIB kembali dibuka naik 0,36 persen ke level 8.321,02 dari posisi 8.290,96.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 871,38 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 57 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp439,43 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 64 saham terkoreksi, 384 saham menguat, dan 209 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjut Menguat pada Rentang 8.350-8.400

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung menguat pada rentang level 8.232-8.333.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.232 dan resistance pada level 8.333 dengan kecenderungan menguat,” ucap Manajemen Reliance dalam risetnya di Jakarta, 12 Februari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (11/2) IHSG ditutup menguat pada level 8.290,97 atau naik 1,96 persen. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor energi dan konsumer siklikal. 

Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp366,64 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti BBCA, BUMI, BMRI, CDIA, dan BULL.  

Sentimen positif yang mendorong penguatan IHSG disebabkan oleh naiknya harga komoditas dunia, serta menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid

Adapun, dari sisi indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street mayoritas ditutup melemah. 

Sentimen negatif disebabkan oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve atau The Fed dapat memperlambat pemotongan suku bunga. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Dibuka Loyo usai Libur Lebaran, Masih Bertahan di Kisaran 7.000

Poin Penting Pada pembukaan 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,63 persen ke… Read More

29 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah setelah Libur Lebaran, Masih Dipicu Konflik AS-Iran

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.916 per dolar AS pada Rabu (25/3), turun… Read More

32 mins ago

IHSG Berpotensi Rebound usai Libur Panjang Lebaran 2026

Poin Penting IHSG secara historis cenderung menguat (technical rebound) setelah libur panjang, didorong kembalinya aliran… Read More

40 mins ago

Cek Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Turun, Antam Tetap

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun pada Rabu (25/3), masing-masing menjadi… Read More

1 hour ago

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

19 hours ago

Pendapatan Paradise Indonesia Tumbuh 32,9 Persen di 2025, Ini Penopangnya

Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan… Read More

23 hours ago