Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup terkoreksi ke zona merah pada level 6.639,73 atau melemah 0,19% dari dibuka di level 6.652,26 pada pembukaan perdagangan hari ini (23/6).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 358 saham terkoreksi, 168 saham menguat, dan 213 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 18,16 miliar saham diperdagangkan dengan 985 ribu kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp8,74 triliun.
Kemudian, beberapa indeks juga mengalami pelemahan, seperti IDX30 melemah 0,21% menjadi 489,85, LQ45 melemah 0,17% menjadi 942,72, SRI-KEHATI melemah 0,08% menjadi 435,08. Sedangkan, JII menguat 0,32% menjadi 544,10.
Kemudian, hanya dua sektor yang mengalami penguatan sektor tersebut diantaranya, sektor bahan baku menguat 0,72% dan sektor non-siklikal menguat 0,33%.
Sedangkan, sektor lainnya menunjukan pelemahan, sektor tersebut diantaranya, sektor teknologi melemah 1,12%, sektor keuangan melemah 0,80%, sektor energi melemah 0,72%, sektor transportasi melemah 0,63%, sektor industrial melemah 0,61%, sektor siklikal melemah 0,49%, sektor properti melemah 0,42%, sektor infrastruktur melemah 0,23%, dan sektor kesehatan melemah 0,03%.
Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Metro Realty Tbk (MTSM), dan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD). Sedangkan saham top losers adalah PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), dan PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG), dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting LPS menyiapkan pembayaran klaim dan likuidasi setelah izin Perumda BPR Bank Cirebon dicabut… Read More
Poin Penting CGS International memperkirakan IHSG bergerak variatif cenderung menguat dengan support 7.870-7.950 dan resistance… Read More
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More