Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (26/4) kembali ditutup anjlok ke level 7.036,07 atau turun 1,67 persen dari pembukaan perdagangan pagi tadi yang berada pada level 7.155,43.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 422 saham terkoreksi, 153 saham menguat, dan 203 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 16,98 miliar saham diperdagangkan dengan 1,10 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp14,72 triliun.
Kemudian, seluruh indeks turut mengalami pelemahan, dengan IDX30 melemah 2,69 persen menjadi 455,88, LQ45 melemah 2,68 persen menjadi 898,78, Sri-Kehati melemah sebesar 2,58 persen menjadi 403,37, dan JII melemah 1,72 persen menjadi 502,85.
Baca juga: Iran-Israel Memanas, Begini Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia
Lalu, seluruh sektor ikut terkoreksi, dengan sektor siklikal melemah paling dalam 2,80 persen, diikuti sektor kesehatan melemah 2,25 persen, sektor bahan baku melemah 2,01 persen, sektor non-siklikal melemah 1,74 persen, sektor keuangan melemah 1,57 persen, sektor energi melemah 1,36 persen.
Serta, sektor teknologi melemah 1,23 persen, sektor industrial melemah 1,11 persen, sektor transportasi melemah 0,67 persen, sektor properti melemah 0,66 persen, dan sektor infrastruktur melemah 0,44 persen.
Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), dan PT Meta Epsi Tbk (MTPS).
Baca juga: OJK Susun 4 Program Terkait Pengembangan Pasar Modal Indonesia Selama 2024
Sedangkan saham top losers adalah PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), dan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More