Pekerja sedang melintas di layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB, 18 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka turun ke level 6.460,60 atau melemah 0,18 persen dari posisi 6.458,66.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 354,15 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 22 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp327,61 miliar.
Kemudian tercatat terdapat 77 saham terkoreksi, sebanyak 174 saham menguat dan sebanyak 213 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Lanjut Melemah, Dipicu Sentimen Ini
Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya menuju level support di rentang 6.265-6.355.
“Ada kemungkinan IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju support selanjutnya di range 6.265-6.355.
Di sisi lain, resistance terdekat berada pada MA5 dan MA20 di sekitar 6.545-6.615,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025.
Baca juga: IHSG Ditutup Bertahan pada Zona Merah di Level 6.471
Pada perdagangan kemarin, 17 Maret 2025, IHSG ditutup melemah 43,68 poin atau turun 0,67 persen di level 6.471,95, ditekan oleh melemahnya saham DCII, BREN dan BBCA.
Sementara itu, dari sisi investor asing telah mencatatkan Net Foreign Sell senilai Rp848,50 miliar pada perdagangan pasar reguler.
Adapun sepanjang perdagangan tersebut, tercatat 308 saham menguat, 279 saham koreksi, dan 219 saham ditutup stagnan tidak mengalami perubahan harga. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More