Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (18/7) pukul 9:00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali dibuka meningkat ke level 7.348,19 dari level 7.287,02 atau menguat 0,84 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 537,35 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 34 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp247,90 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 51 saham terkoreksi, sebanyak 234 saham menguat dan 265 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham GOTO, TLKM, dan HRTA
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 7.165-7.225 dan resistance 7.350-7.410,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 18 Juli 2025.
Lebih lanjut, manajemen CGS melihat dengan kembali menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Selain itu, aksi beli investor asing yang kembali mulai menggeliat berpeluang menjadi tambahan katalis positif bagi IHSG.
Baca juga: Simak Prospek Saham Bank hingga Pertambangan yang Tersengat Tarif Trump dan BI Rate
Sementara pada perdagangan saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini. Di antaranya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Selanjutnya, ada saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More